Sabtu, 20 Agustus 2022

BUKANKAH DAMAI ITU LEBIH INDAH?!

 

Hampir genap setengah tahun perang antara Rusia melawan Ukraina terjadi.  Jika kita melakukan pencarian di mesin penelusuran internet, “perang Rusia versus Ukraina” masih ada di pencarian teratas. Itu berarti bahwa perang antar kedua Negara ini masih hangat-hangatnya.

Banyak yang tidak menyangka bahwa perang antar kedua Negara ini bakal berlangsung lama. Pendapat saya sebagai pribadi pun seperti itu. Kenapa bisa selama itu yaa. Saya berpikir kedua Negara ini adalah Negara yang sudah sangat maju. Dengan pola dan gaya hidup modern. Harusnya sih perang tidak terjadi kalaupun terjadi harusnya tak perlu berlama-lama.

Benar kata pepatah bijak “ setiap Negara punya masa dan cerita”, setiap Negara pasti punya cerita tentang kejayaannya, punya takdir dan ceritanya sendiri, seperti kisah kita manusia sebagai individu, pun pasti punya cerita dan takdir kita masing-masing.

Sebagai negara yang pernah dijajah, kita pasti akan sangat menentang yang namanya peperangan dan penjajahan. Peperangan tidak akan membuktikan kebenaran apapun. Melainkan menyisakan kerusakan, kematian, kehilangan harta benda, dan cerita duka.

Sewaktu kanak-kanak dulu, saya sangat sering mendengar berita tentang perang antara Bosnia- Herzegovina, perang antara Irak dan Kuwait, Perang Saudara di Ethiopia, dan masih banyak perang lainnya.  Semua peperangan itu membuat saya tak kuasa menitikkan air mata manakala saya melihat korban dari peperangan itu adalah anak-anak yang terluka, mati, yang terpisah dari keluarganya, yang kelaparan. Anak-anak yang seharusnya belajar, yang seharusnya menikmati masa-masa kanak mereka dengan bermaain. Tetapi mereka dipaksa ikut memperjuangkan ego dan kepentingan dari orang-orang dewasa.

Dulu saat upacara sangat sering kita mendengar isi Pembukaan UUD NKRI yang menyatakan bahwa “…Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan…,” nah dari kalimat inilah saya sempat berpikir bahwa telah ada undang-undang internasional masa itu yang mengutuk segala bentuk peperangan.

Ternyata undang-undang internasional yang  membahas tentang kejahatan perang, baru ada pada tahun 2022 ini. Dilansir dari laman Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Hari Keadilan Internasional 2022 yang diperingati pada tanggal 17 Juli mengadopsi Statuta Roma pada 17 Juli 1998 silam oleh komunitas internasional.

Perwakilan dari 148 negara menghadiri pertemuan diplomatik di Roma, Italia, untuk membahas tentang masalah internasional yang sangat mendesak, yakni kejahatan internasional. Pembahasan tersebut menghasilkan sebuah traktat yang menjabarkan bentuk-bentuk kejahatan internasional, sekaligus mandat untuk mendirikan ICC.

 

Statuta Roma membagi kejahatan internasional ke dalam empat kategori inti sebagai berikut:

1.    Kejahatan genosida (pembunuhan massal)

2. Kejahatan kemanusiaan (kejahatan yang menargetkan kelompok masyarakat tertentu, seperti perbudakan orang-orang berkulit hitam, dan kejahatan berbasis gender)

3.    Kejahatan perang (pelanggaran hukum perang seperti membunuh warga sipil dan menyiksa sandera)

4.    Kejahatan agresi (penjajahan, mobilisasi kekuatan militer tanpa alasan).

Proses peradilan atas empat jenis kejahatan internasional tersebut dimandatkan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Statuta Roma bersifat mengikat, namun pelaksanaannya masih dibatasi oleh beberapa klausul. Mengkondisikan berbagai aspek yang kemungkinan masih bersifat sensitive.

Pada saat peresmiannya, pengadopsian Statuta Roma didukung oleh 120 negara dan ditentang oleh 7 negara. Dari 120 negara yang mendukung Statuta Roma, baru 60 negara yang berkomitmen secara legal untuk tunduk pada traktat tersebut (atau meratifikasi). Indonesia merupakan salah satu negara yang belum meratifikasi Statuta Roma.

Dukungan terhadap Statuta Roma menjadi elemen penting bagi. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjunjung prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). Serta niat baik untuk menuntaskan kasus kejahatan kemanusiaan di masa lalu.

Mungkin kita tidak bisa mencegah terjadinya peperangan, tapi setidaknya dengan undang-undang internasional ini,membuat setiap suku bangsa untuk lebih mempertimbangkan betapa banyak dampak buruk yang dihasilkan dari perang itu sendiri.

 

 

 

Selasa, 16 Agustus 2022

HOBYKU, NYANGKUT DISINI...

 

Beberapa pekan di bulan juli ini rasanya benar-benar menguras energy saya. Tidak jauh berbeda kegiatan di beberapa bulan sebelumnya. Biasalah, selain urusan emak-emak, apalagi kalau bukan ngurusin rumah tangga dan anak-anak. Apalagi bulan juli ini adalah tahun ajaran baru. Pastinya banyak emak-emak yang mengalami hal yang saya alami. Apalagi saya memiliki seorang anak kecil yang tahun ini sudah memasuki usia sekolah.

Selain itu adalah beberapa urusan lain diluar urusan rumah tangga. (yang pastinya urusan organisasi ala emak-emak yaa mak, bukan urusan rumah tangga orang lain heehee…).

Dan karena kesibukan yang padat akhir-akhir ini, rasanya saya butuh healing,, istilah orang-orang milenial kini sih begitu. Maunya saya sih healing out door begitu… tapi rencana pengeluaran sudah ada di list, dan saldo tidak memungkinkan untuk healing outdoor. Jadi yaa saya healing indoor saja deh kayaknya.

Apa saja sih sebenarnya healing Indoor  menurut kalian emak-emak hebat?

Kalau menurut saya. Healing indoor, yang bias kita lakukan yaitu : menonton drakor, facial dan luluran mandiri, rebahan, membaca, ataupun menulis.

Tapi kegiatan menulis bagi beberapa orang tertentu, mungkin bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Lalu bagi saya sendiri? Apakah menulis itu hal yang menyenangkan? Bagaimana bisa menulis itu menjadi hal yang menyenangkan?

Awalnya dimasa kecil kami dulu, saya dan teman-teman masa kecil suka berbagi menulis mengisi buku diary.  Seperti sebuah biodata, yang dilanjutkan dengan curhatan-curhatan. Yang hidup ditahun 80 -90 an pasti tahu rasanya.

Terus, lanjut ke masa SMP, buku diary saya isi dengan puisi dan sajak-sajak. Apalagi waktu SMP kala itu kan sedang masa puberty. Jadilah sekumpulan puisi-puisi saya yang berisi curahatan hati saya kala itu. Heehee… andai bisa dijadikan sebuah buku yaa mungkin sudah bisa jadi sebuah antologi puisi kali yaa mak.

Nah, lanjut dimasa SMA, saya mulai mengembangkan potensi menulis saya. Tentunya saya tidak sendiri. Saya dibantu oleh Guru Sosiologi saya yang juga suka menulis. Beliaulah yang lebih duluan mengetahui potensi menulis saya, dibandingkan saya sendiri.

Kala itu saya tidak menganggap menulis adalah sebuah potensi. Dan sampai sekarang pun saya tidak mengganggap menulis itu sebuah bakat. Melainkan sebuah kebiasaan positif yang bias saja menghasilkan.

Lanjut cerita menulis dimasa SMA dulu. Waktu itu saya belajar menulis mengisi mading OSIS.  Terkadang saya mengisi rubric opini, dan beberapa artikel. Juga menulis beberapa cerpen. Tapi yang paling sering itu yaa menulis puisi. Lagi-lagi puisi. Kenapa harus puisi sih? Karena saya lebih senang mengekspresikan perasaan saya lewat puisi. Karena saya orangnya pemalu.  Tapi bukan berarti saya kuper alias kurang pergaulan. Saya punya teman banyak koq. Hanya saja saya tidak terbiasa mengutarakan hal-hal sepele pada orang lain. Dalam pergaulan dengan teman-teman, saya lebih sering menjadi pendengar. Mungkin karena saya lebih sering mendengarkan kali yaa jadi saya punya banyak teman.

Masih tentang menulis dimasa SMA saya,  saya mencoba mengikuti lomba menulis yang diadakan sekolah kami setiap menjelang perayaan HUT PT SEMEN TONASA. Karena sekolah kami adalah Sekolah Yayasan milik perusahaan tempat orang tua kami bekerja.

Di waktu yang berdekatan waktu itu, saya mengikuti lomba menulis dam deklamasi puisi dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pangkep.

Sewaktu pengumuman lomba menulis yang diadakan sekolah seminggu sebelumnya, saya mendapatkan Juara 1 kala itu. Meskipun hanya di tingkat sekolah, mendapatkan juara itu rasanya saya senang sekali. Soalnya saingan saya dilomba itu adalah senior saya yang paling pandai.  Waktu tulisan saya dipajang, saya sempat mendengar langsung ucapan senior saya tersebut memuji keberanian saya menuliskan opini saya mengenai hal yang menurut kami waktu itu adalah masalah sensitive tentang sekolah kami.

Lanjut ke pengumuman lomba dihari itu, setelah guru kami mengumumkan juara lomba tersebut,  disaat yang bersamaan guru saya mendapatkan kabar dari dinas sosial yang mengadakan lomba puisi kala itu, bahwa saya mendapatkan juara 1 lomba menulis dan deklamasi puisi tersebut.

Surprise banget rasanya. Nilai hadiahnya mungkin tidak seberapa. Tapi makna dari kemenangan tersebut lah yang membuatnya special bagi saya. Rasamya seperti ketiban rejeki nomplok. Heeheee…

Setelah melewati masa sekolah, kegiatan menulis tidak lagi intens saya lakukan. Tapi saya masih menulis beberapa puisi kehidupan. Mungkin passion saya memang di penulisan puisi kali yaa. Sempat juga beberapa kali saya mencoba menulis cerpen dan mengirimkan ke beberapa media, tapi alhasil tak satu pun diterima. Heehee…

Ada beberapa teman yang bertanya apakah pernah saya merasa kecewa karena tulisan saya tidak diterima? Sekalipun saya tidak pernah merasa kecewa karena bagi saya, menulis adalah cara kita bertutur kata, yang pasti ada yang suka dan ada yang kurang suka. Begitu pun mengirim tulisan ke media, mungkin saja naskah yang kita kirim belum dapat chemistry dengan tim redaksinya, heeheee…

Sampai akhirnya saya menuangkan tulisan saya di web blog pribadi saja. Bagi saya tidak harus melulu soal tulisan harus menghasilkan uang. Kalaupun tulisan kita bias menghasilkan uang, anggap saja itu adalah bonus. Bagi saya, tulisan saya mendapat apresiasi dari pembaca saja saya sudah sangat senang. Seperti saat saya mengirim naskah cerpen ke media lalu mendapat email balasan kalau tulisan saya tidak dimuat oleh media tersebut. Nah surat balasan dari media tersebut sudah saya anggap sebuah apresiasi yang berarti tulisan saya sudah dibaca oleh tim redaksi. Kalau pun tulisan saya belum bisa dimuat berarti kemungkinan banyak naskah tulisan yang lebih baik dari saya.

Nah kalau menulis di web blog kan, terserah respon dari pembaca. Kalau suka yaa  silahkan lanjut membaca atau kalau sempat memberi komentar sedikit di bawah tulisan. Bagi teman-teman yang suka menulis, mungkin saya tidak bisa memberi tips bagaimana tulisan kita diterima oleh media, karena saya sendiri pun masih terus belajar bagaimana sih menulis yang baik dan disukai oleh pembaca. Saya hanya bisa memberi semangat agar selalu menulis. Dan kalau bias bergabunglah dengan komunitas menulis. Selain bias mendapatkan ilmu tentang kepenulisan, juga bisa saling menjaga semangat menulis, karena hal inilah yang selalu saya alami. Karena terkadang beberapa waktu kita akan kehilangan semangat menulis tersebut, apalagi disaat kita berhadapan persoalan kehidupan yang harus segera diselesaikan.

Nah salah satu komunitas menulis yang saya rekomendasikan adalah grup IIDN a.k.a. Ibu- Ibu Doyan Nulis. Saya gabung di grup tersebut, karena mayoritas anggotanya emak-emak kayak saya. Mungkin hanya beda di profesi masing-masing saja. Tapi pastinya memiliki persoalan yang hamper sama, yaitu persoalan emak-emak, heehee…

Nah bagusnya di grup ini, sangat sering saya rasakan adalah mendapat tips kehidupan, nasehat-nasehat positif dari beberapa teman dalam grup ini. Disinilah saya merasakan bahwa benar kata orang-orang, “ orang baik akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik pula”. Jangan salah, mendapatkan teman yang se-frekuensi di dalam grup komunitas juga adalah bonus loh mak. Bonus kehidupan, heehee…

Selasa, 19 Juli 2022

Untungnya Bisa Transaksi Serba Elektronik


Setiap Orang Pasti Pernah Mengalami Hal ini

Pernah tidak kalian melihat situasi seorang yang sudah lama mengantri panjang di depan kasir terus pas giliran didepan kasir tapi ternyata lupa membawa dompet? Atau jangan-jangan kalian sendiri yang pernah merasakannya.

Yup, saya pun salah satu yang pernah megalami hal ini. Kalau pengalaman saya pribadi penyebabnya karena terlalu sering bergonta ganti tas. Kadang suami saya pun heran, kenapa sih harus gonta-ganti tas? Penjelasan saya yaa penjelasan klasik ala emak-emak. Kalau saya pribadi memakai tas itu menyesuaikan jenis dan lokasi kegiatan saya. Kalau banyak bawaan yang harus saya bawa hari itu dan lokasinya di luar ruangan maka saya akan mengguanakan tas ransel. Tapi kalau kegiatan saya sedikit formal dan di dalam ruangan maka saya akan memakai tas ala emak-emak sosialita. ( Padahal sok sial doang saya…heeheee…)

Kebiasaan saya sebagai emak-emak rumah tangga nih yaa, kalau sekali keluar ngurusin sesuatu harus bisa menyelesaikan urusan yang lain juga sekaligus. Biar hemat bensin yaa mak.  Dan karena sering gonta-ganti tas alhasil, saya sering ketinggalan dompet, karena dompet saya tertinggal di tas yang kemarin saya pakai. Dan yang paling bikin kikuk itu kalau di depan kasir ternyata saya lupa bawa dompet. Mana sudah ngantri panjang lagi, orang yang di belakang antrian kita pun ngomel-ngomel, nggak enak banget kan rasanya.


Pergeseran jaman yang sangat membantu

Untungnya kita sudah ada di jaman yang canggih yaa mak. Seperti kejadian yang saya alami hari itu, saat saya lupa membawa dompet. Untungnya petugas kasirnya kasih banyak solusi cerdas. Dia nanya apa saya punya Mobile banking. Saya ada sih mobile banking, tapi waktu itu saldo tabungan saya lagi minim. Terus petugas kasirnya tanya saya lagi apa saya punya aplikasi belanja online. Untungnya saya punya aplikasi tersebut dan sisa saldonya ternyata lumayan buat bayar belanjaan saya hari itu.

Ternyata waktu itu saya pernah mengisi dompet digital saya di aplikasi tersebut buat belanja online, terus saldonya masih banyak. Terus disaat kepepet begini, alhasil membantu banget kan. Kalau dipikir-pikir ini ibarat menabung yaa hee…hee…

Sebagai mamak-mamak yang hidup dijaman milenial ini, dengan gaya hidup yang kelihatannya smart, bukan berarti saya adalah mamak-mamak smart. Awalnya saya pun tidak tahu menggunakan ATM, belum tahu menggunakan uang elektronik maupun dompet digital. Tapi karena keharusan yaa, mau tidak mau kita haru tahu menggunakan keduanya.

Tapi boro-boro yaa tahu cara pakainya, minimal harus ngerti dulu yaa apa perbedaan uang elektronik dan dompet digital. Uang elektronik biasanya berbentuk fisik seperti kartu ATM dengan chip yang dimiliki (chip based) tertanam dalam media kartu atau yang lain. Sementara itu, dompet digital adalah media yang berbasis server (server based) sehingga syarat penggunaannya harus terkoneksi dengan jaringan internet terlebih dulu. Seperti Sh***epay itu termasuk dompet digital dan masih banyak lagi yang sejenisnya.

Emoney memang bisa dimanfaatkan untuk lebih banyak transaksi sehari-hari. Misalnya, ketika membayar biaya tol atau membeli tiket masuk di tempat wisata. Lain halnya dengan e-wallet yang hanya bisa digunakan untuk berbelanja di gerai online, membeli pulsa, dan membayar listrik hingga tagihan BPJS. 

Perbedaan selanjutnya yaitu  pada jumlah saldo maksimal. Ketika melakukan pengisian saldo pada e-money, Anda hanya bisa mencapai jumlah maksimal hingga Rp1 juta saja. Sementara dalam e-wallet, saldo bisa diisi hingga mencapai jumlah maksimal Rp10 juta. Bila ingin melakukan transaksi dengan nominal lebih besar, Anda wajib melakukan pengisian ulang saldo. 


Mengenal Kelebihan dan kekurangan Uang elektronik dan dompet digital

Menggunakan uang elektronik maupun dompet digital memang sangat memudahkan kita saat ini. Tapi tetap saja keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Uang Elektronik

* kelebihannya :  - memudahkan penggunanya agar tidak perlu membawa uang cash untuk melakukan transaksi

lebih aman dari penjambretan

tak perlu repot menyiapkan uang pecahan atau recehan untuk kembalian

- simple. karena bentuknya berupa kartu jadi tidak menggunakan banyak space di dompet anda

*Kekurangannuya : - Batasan jumlah saldo pada uang elektronik yang hanya Rp1 juta saja, mengharuskan pengguna untuk sering-sering melakukan top up atau pengisian ulang

Tidak adanya permintaan kode akses penggunaan pada uang elektronik juga membuatnya mudah disalahgunakan oleh orang lain

- Penting merawat kartu uang elektronik karena jika chip yang ada di dalamnya rusak dan tidak terbaca, maka saldo yang ada di dalamnya akan ikut hilang. Anda tidak bisa melakukan klaim saldo, penggantian, serta pencairan karena chip sebagai sumber data sudah rusak

Hal yang sama juga akan berlaku jika saja kartu e-money Anda hilang atau digunakan oleh orang lain. 

Dompet Digital 

Kelebihannya : -  aman. seperti halnya uang elektronik

- proses pembayarannya cepat dan mudah 

tidak perlu repot menyiapkan uang pecahan untuk digunakan sebagai kembalian

- transaksi yang dilakukan semudah melakukan klik pada layar smartphone Anda

Setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan e-wallet bisa dilacak melalui history. Jadi, Anda bisa memonitor berapa pengeluaran yang dilakukan untuk berbagai macam transaksi

Kekurangannya : - karena berbasis server, penggunaan dompet digital di Indonesia masih bergantung pada daya baterai smartphone. E-wallet hanya bisa digunakan saat smartphone dalam kondisi menyala saja. Jadi, jika baterai ponsel habis, maka Anda tidak bisa menggunakan fasilitas e-money

adanya limit yang diterapkan dibatasi hanya sampai Rp10 juta saja, tidak memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi melebihi jumlah tersebut

tidak bisa melakukan transaksi di seluruh merchant karena e-wallet terbatas pada merchant yang sudah diajak bekerja sama saja. Jadi, jika merchant tersebut tidak bekerja sama dengan e-wallet, maka Anda harus tetap membayarnya dengan cara lain

 saldo yang ada dalam e-wallet tidak bisa dicairkan karena memang sistemnya dibuat demikian

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, pilihan ada pada kenyamanan emak-emak sendiri. mau pakai yang mana, uang elektronikkah atau dompet digital. tapi kalau saya sih masih tetap pakai yang konvensional juga sih mak, untuk mengantisapasi kemungkinan adanya kegagalan transaksi diluar prediksi.


  

Senin, 27 Juni 2022

CEGAH STUNTING DINI UNTUK KELUARGA INDONESIA YANG LEBIH BAIK

 

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Dimana tahun ini memasuki tahun ke-29. Saya sendiri pun baru tahu tentang HARGANAS nanti setelah saya menjadi kader Sub PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa).

Mengapa "Stunting"?

Pada tahun ini BKKBN mengangkat issue “Stunting”. Mengapa “ Stunting”? Pertanyaan itu pun turut melintas di benak saya. Stuntingtelah lama menjadi isu prioritas nasional, setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO)menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk. Penetapan ini didasarkan pada fakta kasus stunting di Indonesia melebihi batas toleransi yang ditetapkan WHO, yakni seperlima dari jumlah keseluruhan balita (sekitar 20 persen). Bahkan setelah terjadi penurunan hingga tujuh persen, jumlah balita stunting di Indonesia masih berada pada angka 30,7 persen. Terlebih pada tahun 2020 lalu Negara kita lagi asiknya menikmati bonus demografi, Tak pelak lagi hal ini seperti menjadi tamparan bagi Negara kita. Karena itu upaya Percepatan Penurunan Stunting merupakan amanat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dimana BKKBN ditunjuk sebagai Koordinator dalam Percepatan penurunan Stunting.

balita stunting di Indonesia
Data Stunting di Indonesia

Senin, 20 Juni 2022

Eril Kamil.. Kepergianmu Menitip Lusinan Hikmah

 

Hampir sebulan sudah, duka itu menyelimuti keluarga pak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) atas kepergian puteranya yang meninggal usai tenggelam dan terbawa arus di Sungai Aare, Bern, Swiss, pada Kamis 26 mei 2022.

Jenazah Emeril Kahn Mumtads atau kerap disapa Eril ini menghilang selama dua pekan terbawa arus Sungai Aare yang deras dan dingin.. Hal inilah yang membuat suasana duka semakin mendalam. Dalam ketidakpastian pencarian jenazah, penantian dan harapan disertai ribuan untaian doa-doa yang dipanjatkan keluarga pak Ridwan Kamil dan seluruh warga Indonesia yang turut merasa kehilangan, hingga dua pekan  kemudian jenazah Eril  ditemukan pada hari Rabu 8 Juni 2022 oleh kepolisian Bern.

Dalam keterangan polisi cantonal Bern mengatakan jika menemukan mayat di cekungan limpahan bendungan dan kemudian menyelamatkan mayat tersebut. Polisi Bern mengatakan jika Eril berenang di sungai dan mengalami keadaan darurat. Dia tenggelam akibat kecelakaan, dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui Police.be.ch. Diduga tewasnya Eril disebabkan lantaran tersangkut di Bendungan Engehalde Bern.

Pada masa penantian jenazah sebelum ditemukan, Keluarga Ridwan Kamil sudah mengikhlaskan kepergian Eril. Ridwan Kamil atau kerap disapa Kang Emil ini, sempaat mencurahkan isi hatinya atas kepergian putera tercintanya ini.beliau mengatakan kepergian Eril adalah pengalaman yang sungguh dahsyat buat mereka.saat membacakan tulisan mengenai sosok Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung,Senin (13/6/2022).

Setelah jenazah Eril ditemukan, jenazah kemudian dibawa dari Swiss dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu 12 Juni. Jenazah Eril kemudian dibawa ke Gedung Pakuan Bandung untuk disemayamkan sebelum dikebumikan di Cimaung.

Empat belas hari bagi kita mungkin adalah waktu yang rasanya singkat. Tapi bagi keluarga Ridwan Kamil saat itu adalah hari-hari yang panjang buat mereka. Penantian dalam pencarian jenazah Eril terasa melelahkan. Mereka mengikhlaskan kepergian putera mereka. Seperti dalam kutipan pesan haru yang disampaikan pak Ridwan Kamil di hadapan para tamu yang menghadiri pemakaman Eril.

Jumat, 29 Oktober 2021

53 TAHUN SEMEN TONASA BERSINERGI MEMBANGUN NEGERI

 

Napak Tilas

Apa yang ada dipikiran anda saat mendengar kata ‘Tonasa’ ? Pasti dalam pikiran anda langsung tertuju pada produk semen. Yup, Semen Tonasa yang di produksi oleh perusahaan BUMN PT. SemenTonasa.  Perusahaan yang awal berdirinya berpusat di Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, yang diresmikan oleh Bapak Jenderal M Yusuf (Menteri Perindustrian kala itu). Pada tahun 1984  lokasi pabrik dipindahkan ke Desa Biringere Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, dengan alasan tidak efektif dan tidak ekonomis. Maka dari itu merk Semennya diberi nama SEMEN TONASA.

Tonasa I  itulah saya dilahirkan empat puluh satu tahun yang lalu dan dibesarkan oleh kedua orang tua saya yang merantau dari kampung leluhur demi mencari kehidupan yang lebih baik. Saya bangga bisa dilahirkan dan dibesarkan,di sana bahagia bisa menjadi bagian dari cerita hidup saya, bisa dibilang, separuh kenanganku terendap di sana.

Hingga beranjak remaja, saya menganggap Tonasa itu bukanlah kampung, melainkan sebuah kota kecil, merujuk pada perbandingan pribadi saya dengan kampung leluhurku kala itu. Kala itu saya melihat di kampung leluhurku belum menggunakan listrik sebagai alat penerangan, belum banyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga. Sedangkan di Tonasa 1 kala itu kami sudah terbiasa menggunakan peralatan elektronik , dan sebagai bahan bakar sudah banyak yang menggunakan tabung gas elpiji. Kondisi jalanan terang benderang bermandikan cahaya lampu mercury saat malam hari bahkan menurut orang-orang pendatang, kondisi jalanan di Tonasa lebih terang dari jalanan di kota Makassar, kala itu. Kenapa bisa? Karena Perusahaan PT.SEMEN TONASA memiliki pembangkit listriknya sendiri. Saya masih ingat sekali, kala itu warga kompleks Tonasa sama sekali tidak terbebani dengan biaya listrik. Para ibu tidak perlu menjerit dengan tagihan listrik., heehee…

Membaca situasi kala itu, tampak jelas bahwa perusahaan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Pada tahun 19 itu, didirikan sebuah yayasan yang bernaung di bawah perusahaan, bernama YKST (Yayasan Kesejahteraan Semen Tonasa). Sangat membekas dalam ingatan saya, setiap perayaan ulang tahun perusahaan, perusahaan akan mengadakan perayaan besar-besaran dan mengundang artis- artis ibukota.


SEJARAH AWAL BERDIRINYA PERUSAHAAN

PT SEMEN TONASA  yang didirikan  secara resmi menurut keputusan  TAP MPRS No.II/MPRS/1960 pada tanggal 5 desember 1960, tetapi secara aktual didirikan pada tanggal 2 November 1968. Nah tanggal 2 november itulah dijadikan hari jadi perusahaan.

PT Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang menempati lahan seluas 1.571 hektar di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. Perseroan yang memiliki kapasitas terpasang 5.980.000 ton semen per tahun ini, mempunyai empat unit pabrik, yaitu Pabrik Tonasa II, III, IV dan V. Keempat unit pabrik tersebut menggunakan proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton semen pertahun untuk Unit II dan III, 2.300.000 ton semen per tahun untuk unit IV serta 2.500.000 ton semen untuk unit V yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan Semen Nasional. Didukung dengan bahan baku yang berlimpah, Pabrik ini diperkirakan akan terus beroperasi untuk turut memberikan sumbangsih kepada Negara dan berkontribusi pada perekonomian nasional hingga 40 tahun ke depan.

foto pabrik Semen Tonasa yang berlokasi di Biringere, kec. Bungoro


Minggu, 21 Februari 2021

SELAIN MEMBIASAKAN HIDUP BERSIH, COVID 19 PUN MELATIH KESABARAN

                 Hampir genap setahun sudah lamanya pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tepatnya 1 tahun lebih 2 bulan melanda dunia. Virus Covid-19 yang awal penyebarannya dari wilayah Wuhan, China ini, masih terus menggandakan jenisnya. Dan hingga hari ini virus ini masih juga belum bisa dikendalikan perkembangannya oleh manusia. Meskipun vaksinnya telah ditemukan.

               Virus Covid-19 adalah jenis baru dari virus Corona,seperti halnya virus SARS. Dari segi ke-ekstrim-an, virus ini bukanlah yang paling mematikan. Tetapi pada kenyataannya jumlah kematian di dunia meningkat saat ini.

            Dan alhasil, Covid-19, menjadi momok yang menakutkan seantero dunia. Lalu apa setakut itukah warga masyarakat di sekitar kita dengan wabah yang setahun ini menjadi fenomenal? Jawabannya ternyata tidak. Haa...haaa… karena masyarakat kita lebih takut miskin daripada takut sama si Coronces biang kerok ini.

              Faktanya memang banyak seperti itu termasuk saya. Meskipun virus ini bukanlah yang paling mematikan tetapi memberi dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek.  Terutama di aspek ekonomi. Hal inilah yang paling saya rasakan. Pengalaman saat Pandemi COVID-19, faktanya telah memporak-porandakan ekonomi dunia. Ekonomi dunia saja dibuatnya porak poranda yaa, apalagi perekonomian keluarga saya.