Rabu, 30 Oktober 2019

Latar belakang kepedulian Lingkungan pak Andi Nurdianza


Ditemui dijeda sesi acara Pelatihan & Benchmark  Bank Sampah  yang diadakan oleh PLN UPDK Tello kemarin, sosok pria alumnus Teknik pertanian fakultas Pertanian UNHAS ini sangat ramah. Andi Nurdianza atau yang akrab disapa Anca ini, akan sangat eksited sekali kalau membahas soal sampah yang semakin banyak memenuhi ruang dimuka bumi.

Saya memberanikan diri bertanya kepada beliau tentang hal latar belakang yang menjadi alasan  beliau  secara sukarela menjadi aktivis peduli sampah. Padahal kalau dipikir yayasan itu kan sejatinya adalah lembaga non profit, tidak mendapatkan laba dari kegiatan itu.

“Merunut kembali kemasa lalu. Adalah menjadi dosa saya sebagai Mahasiswa pencinta alam tapi saat mendaki  gunung meninggalkan sampah. Meskipun saya bukan satu-satunya yang melakukan dosa itu”.Ungkapnya dengan jujur.






Minggu, 27 Oktober 2019

Talk Show "Mendorong Daya saing Pengrajin Lokal" by PEGADAIAN & SMART FM Radio




          Geliat industry kreatif Indonesia saat ini sedang bertumbuhnya. Tak terkecuali industry kreatif di Makassar. Industry kerajinan local Makassar pun tak ketinggalan ikut serta di kancah dunia kreasi dengan kearifan lokalnya.

          Hal inilah yang kemudian memikat PEGADAIAN bekerja sama dengan Radio Smart FM mengadakan talk show sosialisasi sebagai bentuk dukungan Pegadaian kepada pengusaha mikro dan makro, terlebih kepada pengrajin local yang ada di Makassar.

          Talk show pada tanggal 17 oktober kemarin itu adalah siaran batch kedua mereka dengan tema “Mendorong Daya Saing Kerajinan Lokal. Acara talk show sosialisasi ini disiarkan langsung oleh Radio Smart FM  pada frekuensi 101,01fm bertempat di kafe GADE, dengan pembawa acara Rifa Madjid, dan dengan nara sumber Andi Bunga Tongeng, sebagai salah satu crafter Makassar.

sumber foto : Andi Bunga Tongeng


         

Gelaran Tahunan F8 Masuk ke Agenda Nasional Pariwisata


Perhelatan akbar Kota Makassar yaitu Makassar International 8 Festival & Forum baru saja usai diadakan beberapa hari yang lalu pada tanggal 11 oktober yang lalu. Hajatan tahunan ini selalu membawa kesan tersendiri bagi yang menyaksikan acara ini. 

Betapa tidak, penggabungan 8 festival ini, mengundang daya tarik masyarakat yang luar biasa. Bukan hanya karena masyarakat kota Makassar haus hiburan, dan juga dikarenakan banyaknya hal-hal baru yang disuguhkan dalam ajang ini setiap tahunnya terkait ke delapan jenis festival ini. Festival ini memadukan semua potensi kreatif yang berakar kuat pada tradisi serta budaya local.




Dikatakan F8 karena ada 8 festival yang diadakan dalam satu  rangkaian. Yaitu Fashion, Fine art, Film, Fiction Writer & font, Flora & Fauna, Food & Fruit, Fusion music, Folk.


sumber gambar : TribunnewsMakassar

TAK ADA YANG MELEBIHI KESEMPURNAAN KASIH SAYANG SEORANG IBU

Sebagai ibu yang memiliki batita itu sungguh menyenangkan sekaligus melelahkan. Melelahkan secara fisik dan psikis. Karena diumur itu adalah masa perkembangan emas sang anak. Sering saya mendengar istilah “seribu hari pertama kehidupan”, yaitu semenjak usia sang anak 0 hari hingga 9 bulan dalam kandungan ibunya hingga mencapai usia 2 tahun diluar kandungan ibunya.

Sang ibu sudah harus mendapat cukup asupan nutrisi yang bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk pertumbuhan sang bayi dalam kandungannya. Semua orang pasti sudah mengetahui  hal itu.

Tapi banyak yang belum mengetahui satu hal ini. Selain itu sang ibu juga harus memiliki perasaan yang tenang dan bahagia, jauh dari masalah yang menyedihkan hati agar si ibu bisa memberikan kasih sayang yang cukup bahkan lebih kepada sang bayinya agar pertumbuhan bayinya optimal.

Penting untuk diketahui buat para ibu dan wanita sebagai calon ibu, bahwa perasaan yang tenang bahagia sangat mempengaruhi proses kehamilan, melahirkan, pasca melahirkan, dan juga perkembangan sel saraf otak sang anak.

Jumat, 25 Oktober 2019

AKU & SEPATU

Begitu kusukanya puisi sehingga hari itu kuputuskan akan ikut lomba membaca puisi dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI. Lalu kudaftarkan diriku ikut lomba baca puisi pada guru bahasa indonesiaku. Kala itu aku masih duduk di bangku SMP. Dan kebetulan tidak ada murid lain yang mendaftarkan diri mengikuti lomba membaca puisi itu. Alhasil saya sendiri peserta tunggal mewakili sekolahku.
Setelah beberapa hari latihan, akhirnya saya mendatangi guru saya itu untuk berkonsultasi tentang lomba tersebut. Dan kebetulan sekali lomba tersebut tinggal beberapa hari lagi pelaksanaannya.
Setelah melihat penampilanku. Tidak ada yang salah. Semuanya bagus. Baik itu pengucapan hingga mimikku saat berpuisi. Tapi yang beliau sarankan agar saya mengganti sepatu saya. Atau setidaknya sepatu saya itu disemir mengkilat.
Saya bingung sejenak, apa iya sih sepatu menjadi salah satu titk penilaian. Bagi saya berpuisi itu ya dilihat  dari segi pembacaan, pengucapan, mimic, dan penghayatan. Lalu kenapa puisi dihubungkan dengan “sepatu” tandasku.

TIPS & TRIK BAGI ANDA YANG SERING KENA BANJIR



Pengalaman Karena sering Kena Banjir



Banjir yang melanda  sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan awal tahun 2019 ini banyak memakan korban. Dan hal itu sangat mengagetkan banyak pihak. Termasuk saya. Sebenarnya soal banjir sih di kompleks perumahan kami terjadi tiap tahunnya. Kami sudah terbiasa. Kompleks perumahan kami terdapat di sekitar pinggiran sungai Tello, kecamatan Panakkukang.


Hal yang mengagetkan kami, karena kami mengira banjir tahun ini  tidak bakalan separah tahun lalu. Tahun lalu adalah banjir siklus lima tahunan. Kedalaman  banjirnya bisa mencapai dada orang dewasa. Jadi persepsi kami banjir  tahun ini bakalan  biasa saja, karena sudah melewati  banjir siklus tahun kemarin.



BUNGA POPPY INDAH TAPI MENGHANYUTKAN

Sewaktu saya aktif dikelompok wanita tani beberapa bulan yang lalu, kami ditekankan agar bisa bercocok di pekarangan sendiri, meski denganlahan terbatas. Waktu itu harga cabe melambung pesat, sehingga Pak Walikota Makassar, pak Dani Pomanto menggerakkan  kelompok tani lorong atau poktanrong  awalnya 2 tahun yang silam.

Poktanrong awalnya hanya menanam cabe yang saat itu harganya sedang melambung bak primadona. Lalu tahun berikutnya dibentuklah lagi kelompok tani. 


Dari Poktanrong lalu terbentuklah lagi kelompok wanita tani di kompleks tempat tinggal kami. Kelompok wanita tani tidak hanya mengkhususkan pada tanaman cabe saja. Tetapi juga tanaman lain yang bernilai ekonomis, termasuk didalamnya tanaman hias untuk memuaskan hasrat kami bertanam. 


Nah tanaman hias itulah yang menjadi kesukaan para wanita di kompleks kami. Dan kami pun tergerak untuk menanam tanaman hias berbunga, termasuk saya.