Ditemui
dijeda sesi acara Pelatihan & Benchmark
Bank Sampah yang diadakan oleh
PLN UPDK Tello kemarin, sosok pria alumnus Teknik pertanian fakultas Pertanian
UNHAS ini sangat ramah. Andi Nurdianza atau yang akrab disapa Anca ini, akan
sangat eksited sekali kalau membahas soal sampah yang semakin banyak memenuhi
ruang dimuka bumi.
Saya
memberanikan diri bertanya kepada beliau tentang hal latar belakang yang
menjadi alasan beliau secara sukarela menjadi aktivis peduli
sampah. Padahal kalau dipikir yayasan itu kan sejatinya adalah lembaga non
profit, tidak mendapatkan laba dari kegiatan itu.
“Merunut
kembali kemasa lalu. Adalah menjadi dosa saya sebagai Mahasiswa pencinta alam
tapi saat mendaki gunung meninggalkan
sampah. Meskipun saya bukan satu-satunya yang melakukan dosa itu”.Ungkapnya
dengan jujur.



