Jumat, 29 Oktober 2021

53 TAHUN SEMEN TONASA BERSINERGI MEMBANGUN NEGERI

 

Napak Tilas

Apa yang ada dipikiran anda saat mendengar kata ‘Tonasa’ ? Pasti dalam pikiran anda langsung tertuju pada produk semen. Yup, Semen Tonasa yang di produksi oleh perusahaan BUMN PT. SemenTonasa.  Perusahaan yang awal berdirinya berpusat di Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, yang diresmikan oleh Bapak Jenderal M Yusuf (Menteri Perindustrian kala itu). Pada tahun 1984  lokasi pabrik dipindahkan ke Desa Biringere Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, dengan alasan tidak efektif dan tidak ekonomis. Maka dari itu merk Semennya diberi nama SEMEN TONASA.

Tonasa I  itulah saya dilahirkan empat puluh satu tahun yang lalu dan dibesarkan oleh kedua orang tua saya yang merantau dari kampung leluhur demi mencari kehidupan yang lebih baik. Saya bangga bisa dilahirkan dan dibesarkan,di sana bahagia bisa menjadi bagian dari cerita hidup saya, bisa dibilang, separuh kenanganku terendap di sana.

Hingga beranjak remaja, saya menganggap Tonasa itu bukanlah kampung, melainkan sebuah kota kecil, merujuk pada perbandingan pribadi saya dengan kampung leluhurku kala itu. Kala itu saya melihat di kampung leluhurku belum menggunakan listrik sebagai alat penerangan, belum banyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga. Sedangkan di Tonasa 1 kala itu kami sudah terbiasa menggunakan peralatan elektronik , dan sebagai bahan bakar sudah banyak yang menggunakan tabung gas elpiji. Kondisi jalanan terang benderang bermandikan cahaya lampu mercury saat malam hari bahkan menurut orang-orang pendatang, kondisi jalanan di Tonasa lebih terang dari jalanan di kota Makassar, kala itu. Kenapa bisa? Karena Perusahaan PT.SEMEN TONASA memiliki pembangkit listriknya sendiri. Saya masih ingat sekali, kala itu warga kompleks Tonasa sama sekali tidak terbebani dengan biaya listrik. Para ibu tidak perlu menjerit dengan tagihan listrik., heehee…

Membaca situasi kala itu, tampak jelas bahwa perusahaan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Pada tahun 19 itu, didirikan sebuah yayasan yang bernaung di bawah perusahaan, bernama YKST (Yayasan Kesejahteraan Semen Tonasa). Sangat membekas dalam ingatan saya, setiap perayaan ulang tahun perusahaan, perusahaan akan mengadakan perayaan besar-besaran dan mengundang artis- artis ibukota.


SEJARAH AWAL BERDIRINYA PERUSAHAAN

PT SEMEN TONASA  yang didirikan  secara resmi menurut keputusan  TAP MPRS No.II/MPRS/1960 pada tanggal 5 desember 1960, tetapi secara aktual didirikan pada tanggal 2 November 1968. Nah tanggal 2 november itulah dijadikan hari jadi perusahaan.

PT Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang menempati lahan seluas 1.571 hektar di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. Perseroan yang memiliki kapasitas terpasang 5.980.000 ton semen per tahun ini, mempunyai empat unit pabrik, yaitu Pabrik Tonasa II, III, IV dan V. Keempat unit pabrik tersebut menggunakan proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton semen pertahun untuk Unit II dan III, 2.300.000 ton semen per tahun untuk unit IV serta 2.500.000 ton semen untuk unit V yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan Semen Nasional. Didukung dengan bahan baku yang berlimpah, Pabrik ini diperkirakan akan terus beroperasi untuk turut memberikan sumbangsih kepada Negara dan berkontribusi pada perekonomian nasional hingga 40 tahun ke depan.

foto pabrik Semen Tonasa yang berlokasi di Biringere, kec. Bungoro


Minggu, 21 Februari 2021

SELAIN MEMBIASAKAN HIDUP BERSIH, COVID 19 PUN MELATIH KESABARAN

                 Hampir genap setahun sudah lamanya pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tepatnya 1 tahun lebih 2 bulan melanda dunia. Virus Covid-19 yang awal penyebarannya dari wilayah Wuhan, China ini, masih terus menggandakan jenisnya. Dan hingga hari ini virus ini masih juga belum bisa dikendalikan perkembangannya oleh manusia. Meskipun vaksinnya telah ditemukan.

               Virus Covid-19 adalah jenis baru dari virus Corona,seperti halnya virus SARS. Dari segi ke-ekstrim-an, virus ini bukanlah yang paling mematikan. Tetapi pada kenyataannya jumlah kematian di dunia meningkat saat ini.

            Dan alhasil, Covid-19, menjadi momok yang menakutkan seantero dunia. Lalu apa setakut itukah warga masyarakat di sekitar kita dengan wabah yang setahun ini menjadi fenomenal? Jawabannya ternyata tidak. Haa...haaa… karena masyarakat kita lebih takut miskin daripada takut sama si Coronces biang kerok ini.

              Faktanya memang banyak seperti itu termasuk saya. Meskipun virus ini bukanlah yang paling mematikan tetapi memberi dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek.  Terutama di aspek ekonomi. Hal inilah yang paling saya rasakan. Pengalaman saat Pandemi COVID-19, faktanya telah memporak-porandakan ekonomi dunia. Ekonomi dunia saja dibuatnya porak poranda yaa, apalagi perekonomian keluarga saya.

          

Kamis, 21 Mei 2020

Bangga Menjadi Kader Sub PPKBD

Salam BKKBN
Berencana itu KEREN.

Salam BKKBN, Berencana itu KEREN, Slogan BKKBN 2020






Sedikit cerita pengalaman saya selama enam tahun menjadi kader Sub PPKBD kota Makassar, wilayah Tello Baru. Awal menjadi kader, saya mengira kegiatan kader PPKBD itu hanya seputar mendata Akseptor KB dan mendata PUS (Pasangan Usia Subur). Ternyata tidak. Menjadi Kader Sub PPKBD ternyata banyak berkahnya. Dan berkah itu tidak selalu berupa materi loh.

Berkah yang bukan berupa materi yang saya maksud adalah pengalaman-pengalaman saya selama menjadi kader sub PPKBD.

Minggu, 10 Mei 2020

DILEMA

Ingin aku tikam cintamu,,tepat di jantungmu,,
yg masih menyisakan ruang
buat kenangan tentang seseorang di masa lalumu

 dengan cara bagaimana lagi
inginku hapus dirinya dari hatimu
yang ternyata terlalu membekas di memorymu

entah mantera apa yang sudah diberikannya padamu
sehingga bayangnya masih sering bertandang ke dalam mimpi2mu dan mimpinya

dosaku telah mencemburui dirinya
apakah harus kubayar dengan sedikit murka???
sayangnya aku tak bisa memurkai orang yang sangat aku cintai

betapa sangat ingin aku mengutukmu
"terkuburlah jasadmu bersama hasratmu tentangnya"
seolah memberi kemenangan buatku
yang pada akhirnya hanay akan menjadikan aku seorang pecundang

dalam sujud malamku,,aku hanya bisa meminta kepadaMU Tuhan
cukuplah Kau TUhan yang menjadi kecintaanku


Puisi kekecewaan
sumber gambar By Pixabay

Rabu, 06 Mei 2020

AKU MENYERAH

namun pada akhirnya, aku menyerah.
Setelah sekian tahun aku menghujatMu.
Membertontak memerangi takdirku yang sepertinya tak adil kurasa bagiku.
Yang terpaksa kujalani dengan segala ketidak berdayaaanku.

Sampai pada akhirnya aku pasrah.setelah bertahun-tahun pengajuan proposal do’a-do’a ku yang panjang berderet-deret seperti daftar belanjaan.
Tak mendapatkan pengabulanMu.

Hingga pada akhirnya aku lupa.
Aku tak mengingat lagi do’a-do’a apa yang telah kupanjatkan ke hadapanMu.
Dan mungkin saat Kau mengabulkannya, mungkin aku sudah tak berminat lagi.

Tapi pada akhirnya………, hanya engkau saja Tuhan tempatku mengadu.
Tempatku berbagi cerita, seolah kita telah berteman sudah sangat lama.
Tempatku mengembalikan segala hasrat, segala mimpi, segala cinta, segala pinta,
juga sisa hidupku yang Kau jemput di pintu kematianku.

Karena pada akhirnya 
hanya Engkau saja yang menjadi tujuan awal dan akhir hidupku.
Karena pada akhirnya hanya engkau saja yang menjadi tempat semuanya kembali.

Puisi kehidupan
sumber gambar by pixabay

Sabtu, 02 Mei 2020

Langkah Hati

Ke manakah hati ini akan melangkah pergi
Setelah terusir dari hatimu

Kemanakah bimbang ini kubawa serta
Menjelajahi luasnya semesta

Sementara,, hati ini masih sepi
Tak tau menempuh jalan mana yang Kau hendaki Tuhan...

Berharap sejuta sesalmu menyusul
Keluar dari lisanmu meski kelu...

Tapi, saat maaf itu kau bingkis
Yang tersisa cuma maaf saja...

Sebab hati sudah terpahat duka
Dan air mata sudah terlanjur luluh
Yang tak bisa kutarik kembali
Walau ia telah mengering....

Puisi kekecewaan
Sumber gambar By Pixabay


Perjalanan Sahur Ramadhan Bersama PARA PENCARI TUHAN


                                              
           
            
Jumat 24 Mei 2020, umat muslim di seluruh dunia memasuki datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan yang selalu dirindukan oleh umat Islam. Selalu ada getar-getar kerinduan menyambut  bulan ini.
            
Bukan soal merindukan hidangan ibu saat sahur maupun saat ibu menghidangkan takjil di meja makan saat berbuka. Mengingatkan Pallu butung, Pisang ijo, Kolak, Es buah, Cendol dan lain-lain yang selalu jadi menu andalan saat berbuka. Bukan melulu soal syrup yang bisa melegakan tenggorokan sebagai pelepas dahaga setelah seharian ia kering. Bahkan beberapa merk syrup telah tayang lebih awal di TV  sebagai penanda bahwa kita sudah harus mempersiapkan diri.
            
Dulu sewaktu kecil yang paling dinantikan adalah suara sholawat sebelum adzan maghrib, bagi kalian yang berasal dari luar Sulawesi yang paling dinantikan pastilah suara bedug adzan mghrib. Dan yang selalu menjadi kerinduan adalah dzikir dan doa yang hadir di sela rakaat-rakaat Sholat taraweh. Meskipun ternyata tahun ini adalah Ramadhan yang sunyi karena Pandemi Covid-19. Jadi untuk tahun ini tidak ada sholat taraweh berjamaah di mesjid-mesjid, melainkan sholat taraweh di rumah saja.
            
Namun ada satu lagi hal yang selalu saya nantikan saat ramadhan tiba yaitu sinetron “Para Pencari Tuhan”. Sinetron ini adalah tayangan yang hampir wajib untuk kami sekeluarga.. Sinetron yang tayang di Stasiun televisi SCTV ini memasuki batch 13

Para pencari Tuhan 12
Salah satu adegan pemeran dalam PPT jilid 12